Jurnal Transfer Kas/Bank Antar Kantor Sentra Dan Cabang
9:10:00 PM
Tambah Komentar
Jurnal Transfer Kas/Bank Antar Kantor Pusat dan Cabang
– Dunia akuntansi memang sangat luas, dengan memahami perlakuan akuntansi secara baik, segala macam transaksi sanggup kalian bukukan dengan baik pula. Dalam praktek akuntansi tingkat lanjutan, sudah sangat biasa kalian akan menemui transaksi yang melibatkan kantor sentra ke cabang, dan cabang ke cabang.Salah satu transaksi yang paling sering terjadi ialah transaksi transfer kas dan bank. Yang jadi permasalahan ialah transfer tersebut kurang sempurna bila diakui sebagai pendapatan maupun beban. Kalau seandainya sanggup diakui sebagai pendapatan dan beban, maka akan sangat gampang perlakuannya. Jadi, perlakuan akuntansi menyerupai apa yang diperlukan?
Pada umumnya, transfer kas dan bank yang terjadi antara kantor sentra dan cabang serta cabang dan cabang akan memunculkan akun baru, artinya perlu dibentuk akun sebagai penghubungnya. Lebih jelasnya silahkan pelajari klarifikasi di bawah ini:
Sebelumnya, baca juga: Pengertian dan penggunaan Akun Ayat Silang dalam akuntansi.
Akun Penghubung
Untuk penamaan akun sendiri sangat majemuk ya. Tapi prinsipnya, kantor sentra akan menciptakan akun yang digolongkan sebagai aset di Neraca, sedangkan cabang menciptakan akun hutang. Dalam artikel ini, saya akan menciptakan akun dengan nama Piutang Cabang (untuk kantor pusat), dan Hutang Pusat (untuk cabang).Itu kalau sentra dan cabang ya, gimana kalau cabang dan cabang? Ada dua alternatif, pertama buat akun gres lagi untuk menghubungkan antar cabang, dalam artikel ini saya akan buat akun dengan nama Piutang Antar Cabang dan Hutang Antar Cabang. Alternatif kedua, menghubungkan antar cabang dengan melibatkan kantor pusat, masih akan memakai akun penghubung antara sentra dan cabang namun dengan menciptakan jurnal fiktif di pembukuan sentra dengan akun Ayat Silang. Biar lebih gampang memahami, pelajari juga Ayat Silang pada link di atas ya!
Oh iya, dalam artikel ini saya asumsikan pembukuan sentra dan cabang serta cabang dan cabang berbeda ya, jadi pembukuannya terpisah. Kalau masih dalam satu pembukuan, apa yang saya jelaskan di artikel ini tidak berlaku, cukup buat jurnal transfer menyerupai biasanya.
Eitss, jangan pusing dulu, itu gres penamaannya aja lho, supaya lebih paham lanjut membaca klarifikasi dan teladan transaksinya di bawah ya!
Transfer Antar Kantor Pusat dan Cabang
Untuk nama akunnya sudah saya jelaskan di atas ya, kini teladan transaksi yang sering terjadi. Misalnya, pada tanggal 1 juni 2019 kantor sentra mentransfer dana anggaran ke cabang C sebesar 10.000.000 via transfer Bank, alasannya ialah beda Bank maka ada biaya manajemen sebesar 6.500. Pada tanggal 2 agustus 2019, sentra transfer perhiasan modal kerja ke cabang C sebesar 20.000.000 secara cash. Maka jurnalnya sebagai berikut: Tgl | Akun | Debet | Kredit |
Kantor Pusat: | |||
1/6/19 | Piutang Cabang C | 10.006.500 | |
Bank | 10.006.500 | ||
Cabang C | |||
1/6/19 | Bank | 10.000.000 | |
Biaya Administrasi | 6.500 | ||
Hutang Pusat | 10.006.500 | ||
Kantor Pusat: | |||
2/8/19 | Piutang Cabang C | 20.000.000 | |
Kas | 20.000.000 | ||
Cabang: | |||
2/8/19 | Kas | 20.000.000 | |
Hutang Pusat | 20.000.000 |
Jelas kan? Kenapa biaya manajemen saya bebankan ke cabang C? Ini alasannya ialah biaya tersebut muncul untuk kepentingan cabang C ya. Semisal saya bebankan ke pusat, nanti ada istilah “distribusi biaya pusat” untuk menciptakan NOL biaya yang terjadi dipusat dan dibebankan ke semua cabang (saya bahas lain kali ya), ini sanggup merugikan dan mempengaruhi evaluasi performa cabang lainnya alasannya ialah biaya hanya muncul untuk kepentingan cabang C saja, tidak semua cabang.
Apakah piutang dan hutang di atas wajib dlunasi? Ini tergantung kebijakan setiap perusahaan, biasanya akun tersebut tidak wajib dilunasi. Akun piutang dan hutang akan terbalik (seperti jurnal pelunasan) dikala cabang transfer kembali ke pusat, contohnya setor penjualan. Jika terjadi setor penjualan atau cabang transfer ke sentra untuk hal lainnya, maka jurnalnya tinggal membalik jurnal di atas saja.
Transfer Antar Cabang dan Cabang
Langsung ke contohnya ya, misalkan pada tanggal 10 juni 2019 Cabang A meminjam dana ke Cabang B sebesar 10.000.000 untuk belanja barang dagang via bank dengan biaya manajemen sebesar 6.500. Maka jurnalnya sebagai berikut:
Alternatif pertama:
Tgl | Akun | Debet | Kredit |
Cabang A: | |||
10/6/19 | Bank | 10.000.000 | |
Biaya Administrasi | 6.500 | ||
Hutang Antar Cabang | 10.006.500 | ||
Cabang B: | |||
10/6/19 | Piutang Antar Bank | 10.006.500 | |
Bank | 10.006.500 |
Alternatif kedua (saya rekomendasikan pakai ini):
Tgl | Akun | Debet | Kredit |
Cabang A: | |||
10/6/19 | Bank | 10.000.000 | |
Biaya Administrasi | 6.500 | ||
Hutang Pusat | 10.006.500 | ||
Cabang B: | |||
10/6/19 | Hutang Pusat | 10.006.500 | |
Bank | 10.006.500 | ||
Kantor Pusat: | |||
10/6/19 | Ayat Silang | 10.006.500 | |
Piutang Cabang B | 10.006.500 | ||
Piutang Cabang A | 10.006.500 | ||
Ayat Silang | 10.006.500 |
Praktis sekali kan? Kalau masih gundah tanyakan via komentar di bawah ya!
Selanjutnya: Jurnal akuntansi untuk pembentukan komplotan firma.
----
Oke ya kawan-kawan, itulah jurnal transfer kas/bank antar kantor sentra dan cabang serta cabang ke cabang. Semoga klarifikasi di atas bermanfaat dan membantu kalian untuk melaksanakan pembukuan akuntansi yang baik. Jangan lupa untuk share artikel ini juga ya, thanks dan salam sukses.

Belum ada Komentar untuk "Jurnal Transfer Kas/Bank Antar Kantor Sentra Dan Cabang"
Posting Komentar